TEORI PRODUKSI
MASALAH PRODUKSI BERAS BIDANG PERTANIAN
![]() |
Disusun dan diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro
Prodi Manajemen
STIE YASA ANGGANA
Disusun Oleh:
Kelompok 2
Kelas :
1c
Semester 1
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
STIE YASA ANGGANA
GARUT
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah berkenan memberikan petunjuk dan
kekuatan kepada kami sehingga makalah teori produksi tentang masalah produksi
beras setiap satu kali panen ini dapat terselesaikan.
Makalah ini disusun
agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang apa itu Teori Produksi dan masalah –
masalah yang ada pada teori produksi, yang kami sajikan berdasarkan referensi
dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai
rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari
luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya
makalah ini dapat terselesaikan.
Kami
menyadari bahwa Makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kritik
serta saran yang membangun sangat Kami harapkan.
Akhir kata,
kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam
pembuatan Karya Ilmiah ini, semoga Makalah ini dapat memberikan manfaat yang
baik bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya.
07 Desember
2015
Penyusun
DAFTAR ISI
|
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I
Pendahuluan, terdiri dari:
1.1 Latar
Belakang
1.2 Rumusan
Masalah
1.3 Batasan
Masalah
1.4 Tujuan
Penelitian
1.5 Manfaat
Penelitian
1.6 Sistematika Penelitian
Bab
II Kajian Pustaka, terdiri dari:
·
Kajian Pustaka
·
Pengertian Teori
Produksi
·
Pengertian
Produksi Menurut Para Ahli
·
Teori
Produksi dalam Islam
·
Fungsi produksi
·
Faktor Teori Produksi
·
Faktor Produksi menurut Islam
·
Jangka waktu produksi
·
Produksi Jangka Pendek
·
Produksi Jangka Panjang
·
Dimensi Jangka Pendek dan Panjang
·
Tahap-tahap produksi
·
Produksi dengan satu variable
·
Produksi dengan lebih dari satu
·
Pengaruh faktor variable dan
tetap
·
Garis perluasan produksi
·
Perubahan harga
faktor produksi
·
Sejarah
tanaman padi
·
Klasifikasi
tanaman padi
·
Teknik budi
daya
Bab
III Pembahasan, terdiri dari:
·
Pembahasan tentang
kasus yang ditemui
·
GAP antara teori dan
praktek
·
Pembahasan dari
penyelesaian/solusi
Bab
IV Kesimpulan dan Saran, terdiri dari:
·
Kesimpulan
·
Saran
Daftar
Pustaka
Lampiran
|
...................................................................I
...................................................................II
...................................................................1
...................................................................1
...................................................................2
...................................................................2
...................................................................2
...................................................................2
...................................................................4
...................................................................4
...................................................................5
...................................................................6
...................................................................7
...................................................................8
...................................................................8
...................................................................9
...................................................................10
...................................................................10
...................................................................10
...................................................................11
...................................................................13
...................................................................14
...................................................................16
...................................................................16
...................................................................17
...................................................................19
...................................................................19
...................................................................20
...................................................................22
...................................................................25
...................................................................26
...................................................................27
...................................................................27
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Produksi
adalah sebuah proses yang telah terlahir di muka bumi ini semenjak manusia
menghuni planet ini. Produksi sangat prinsip bagi kelangsungan hidup dan juga
peradaban manusia dan bumi. Sesungguhnya produksi lahir dan tumbuh dari
menyatunyamanusia dengan alam.
Kegiatan
produksi merupakan mata rantai dari konsumsi dan distribusi. Kegiatan
produksilah yang menghasikan barang dan jasa, kemudiandikonsumsi oleh para
konsumen. Tanpa produksi maka kegiatan ekonomi akan berhenti, begitu pula
sebaliknya. Untuk menghasilkan barang dan jasa kegiatan produksimelibatkan
banyak faktor produksi.
Fungsi
produksi menggambarkan hubungan antar jumlah input dengan output
yang dapat dihasilkan dalam satu waktu periode tertentu. Dalam teori produksi
memberikan penjelasan tentang perilaku produsen tentang perilaku produsen dalam
memaksimalkan keuntungannya maupun mengoptimalkan efisiensi produksinya. Dimana
Islam mengakui pemilikian pribadi dalam batas-batas tertentutermasuk pemilikan
alat produksi, akan tetapi hak tersebut tidak mutlak.
Proses
produksi dibidang pertanian sangatlah penting, karena proses produksi akan
menentukan hasil dari pertanian tersebut, dimisalkan apabila produksi beras
bisa naik atau turun dikarenakan oleh bagaimana petani bisa menerapkan dan
melaksanakan proses produksi pada saat input produksinya yaitu pemilihan benih
padinya kemudian proses perawatannya sehingga menjadikan output padi yang
berkualitas.
1.2 Rumusan
Masalah
Dalam makalah Masalah Produksi Beras persatukali
panen ini penulis merumuskan rumusan masalah, adalah sebagai berikut :
1.
Kenapa ada Masalah kenaikan dan
penurunan produksi beras dalam satu kali panen ?
2.
Bagaimana pengaruh faktor produksi
terhadap kenaikan dan penurunan produksi beras dalam satu kali panen ?
3.
Bagaimana GAP antara teori dan Praktik dalam produksi beras ?
4.
Bagaimana solusi dari masalah produksi beras berdaarkan
mahasiswa & pemerintah ?
1.3 Batasan
Masalah
Penulis membatasi makalah ini seputar :
1.
Masalah – Masalah Produksi terutama di bidang pertanian dalam
produksi beras
2.
Pengaruh faktor produksi terhadap
kenaikan dan penurunan produksi beras dalam satu kali panen
3.
GAP antara teori dan Praktik dalam produksi beras
4.
Cara menanggulangi masalah – masalah Produksi
1.4 Tujuan
Penelitian
Tujuan yang di capai dalam penulisan makalah
ini, antara lain :
1.
Untuk mengetahui masalah – masalah produksi terutama di
bidang pertanian dalam produksi beras
2.
Untuk mengetahui faktor produksi
terhadap kenaikan dan penurunan produksi beras dalam satu kali panen
3.
Untuk mengetahui GAP antara teori dan Praktik dalam produksi
beras
4.
Untuk mengetahui cara menanggulangi masalah – masalah
Produksi
1.5 Manfaat
Penlitian
Manfaat dalam makalah ini adalah :
1.
Dapat mengetahui masalah – masalah produksi terutama di
bidang pertanian dalam produksi beras lebih dalam lagi
2.
Dapat mengetahui faktor produksi
terhadap kenaikan dan penurunan produksi beras dalam satu kali panen
3.
Dapat mengetahui GAP antara teori dan Praktik dalam produksi
beras
4.
Dapat mengetahui cara menanggulangi masalah – masalah
Produksi
1.6 Sistematika
Penelitian
Untuk memudahkan para pembaca penulis
menyusun makalah ini dalam beberapa bab, yaitu :
Kata Pengantar
Daftar
Isi
Bab I
Pendahuluan, terdiri dari:
·
Latar Belakang
·
Rumusan Masalah
·
Batasan Masalah
·
Tujuan Penelitian
·
Manfaat Penelitian
Bab II
Kajian Pustaka, terdiri dari:
·
Kajian Pustaka
·
Pengertian Teori
Produksi
·
Fungsi produksi
·
Jangka waktu produksi
·
Tahap-tahap produksi
·
Produksi dengan satu
variable
·
Produksi dengan lebih
dari satru produksi
·
Pengaruh faktor variable
dan tetap
·
Garis perluasan
produksi
·
Perubahan harga faktor
produksi
Bab
III Pembahasan, terdiri dari:
·
Pembahasan tentang
kasus yang ditemui
·
GAP antara teori dan
praktek
·
Pembahasan dari
penyelesaian/solusi dari kasus yg ada (diliat dari 2 sisi sebagai mahasiswa dan
dari pemerintah)
Bab IV
Kesimpulan dan Saran, terdiri dari:
Kesimpulan
Saran
Daftar
Pustaka
Lampiran
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kajian Pustaka
Dalam
makalah ini penulis akan membagi kedalam dua pembahasan, yaitu pembahaasan
teori produksi dan praktik dalam kehidupan nyata yaitu membahas tentang proses
produksi dalam bidang pertanian tentang produksi beras.
Untuk
pembahasan teori produksi yang akan di bahas adalah pengertian teori produksi,
pengertian menurut para ahli ekonomi dan pengertian teori produksi menurut
syariat islam. Juga akan membahas Fungsi produksi, angka waktu produksi,
Tahap-tahap produksi, Produksi dengan satu variable, Produksi dengan lebih dari
satru produksi, Pengaruh faktor variable dan tetap, Garis perluasan produksi,
Perubahan harga faktor produksi.
Sedangkan
dalam praktik proses produksi pada kehidupan nyata akan membahas tentang proses
produksi dalam bidang pertanian tentang produksi beras, bagaimana cara
membudidayakan padi dan bagaimana cara memproses produksi padi pada saat input
produksinya yaitu pemilihan benih padinya kemudian proses perawatannya sehingga
menjadikan output padi yang berkualitas.
2.2 Pengertian Teori Produksi
Teori produksi
adalah studi tentang produksi atau proses ekonomi untuk mengubah faktor
produksi (input) menjadi hasil produksi (output). Produksi menggunakan sumber
daya untuk menciptakan barang atau jasa yang sesuai untuk digunakan.
Teori produksi
merupakan teori pemilihan atas berbagai alternatif, terutama menyangkut
keputusan yang diambil oleh seorang produsen dalam menentukan pilihan atas
alternatif-alternatif yang ada. Produsen berusaha dalam memaksimalkan produksi
yang dapat dicapainya dengan suatu kendala biaya tertentu agar dapat dihasilkan
keuntungan yang maksimal.
Produksi juga merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk
menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih
bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda
tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu
benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.Dalam
melakukan kegiatan produksi maka harus mempunyai landasan teknis yang didalam
teori ekonomi disebut fungsi produksi.
·
Teori Produksi Dengan Satu Faktor Berubah
Teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang hubungan diantara
tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk
menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.Dalam analisis tersebut
bahwa faktor-faktor produksi lainnya adalah tetap jumlahnya, yaitu modal dan
tanah jumlahnya di anggap tidak mengalami perubahan. Satu-satunya faktor
produksi yang dapat diubah jumlahnya adalah tenaga kerja.
·
Teori produksi dengan dua faktor
berubah
Analisis yang baru saja dibuat menggambarkan bagaimana tingkat produksi
akan mengalami perubahan apabila dimisalkan satu factor produksi, yaitu tenaga
kerja, terus-menerus ditambah tetapi factor-faktor produksi lainnya dianggap
tetap jumlahnya, yaitu tidak dapat diubah lagi.
2.3 Pengertian Produksi Menurut Para Ahli
·
Pengertian produksi
menurut Magfuri adalah mengubah barang agar mempunyai kegunaan untuk memenuhi
kebutuhan manusia. Jadi produksi merupakan segala kegiatan untuk menciptakan
atau menambah guna atas suatu benda yang ditunjukkan untuk memuaskan orang lain
melalui pertukaran (Magfuri, 1987 : 72).
·
Pengertian produksi
menurut Ace Partadireja setiap proses produksi untuk menghasilkan barang dan
jasa dinamai proses produksi karena proses produksi mempunyai landasan teknis
yang dalam teori ekonomi disebut fungsi produksi (Ace Partadireja, 1987 : 21).
·
Menurut Murti Sumarti
dan Jhon Soeprihanto memberikan pengertian produksi adalah semua kegiatan
dalam menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa, dimana untuk kegiatan
tersebut diperlukan faktor-faktor produksi.” (Sumiarti, Murti et, al.,
Dasar-dasar Ekonomi Perusahaan, Edisi II, Penerbit Liberty, Yogyakarta, 1987,
Hal 60.)
·
Sofyan Assauri,
pengertian produksi adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan
(utility) sesuatu barang atau jasa, untuk kegiatan mana dibutuhkan
faktor-faktor produksi dalam ilmu ekonomi berupa tanah, tenaga kerja, dan skill
(organization, managerial, dan skills).
2.4 Teori Produksi Dalam Islam
Al
Qur’an menggunakan konsep produksi barang dalam artian luas. Al Qur’an
menekankan manfaat dari barang yang diproduksi. Memproduksi suatu barang harus
mempunyai hubungan dengan kebutuhan manusia. Berarti barang itu harus
diproduksi untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Produksi
adalah menciptakan manfaat dan bukan
menciptakan materi. Maksudnya adalah bahwa manusia mengolah
materi itu untuk mencukupi berbagai kebutuhannya, sehingga
materi itu mempunyai kemanfaatan. Apa yang bisa dilakukan manusia
dalam “memproduksi” tidak sampai pada
merubah substansi benda. Yang dapat dilakukan manusia
berkisar pada misalnya mengambilnya dari tempat yang asli dan
mengeluarkan atau mengeksploitasi (ekstraktif).
Memindahkannya dari tempat yang tidak membutuhkan ke tempat yang
membutuhkannya, atau menjaganya dengan cara menyimpan agar bisa dimanfaatkan di
masa yang akan datang atau mengolahnya dengan memasukkan
bahan-bahan tertentu, menutupi kebutuhan
tertentu, atau mengubahnya dari satu bentuk
menjadi bentuk yang lainnya dengan melakukan
sterilisasi, pemintalan, pengukiran, atau
penggilingan, dan sebagainya. Atau mencampurnya
dengan cara tertentu agar menjadi sesuatu yang
baru. Hal itu semua hanya mengubah kondisi materi,
sehingga pada kondisi yang barupun substansinya
tetap tidak berubah.
Prinsip
fundamental yang harus selalu diperhatikan dalam proses produksi adalah prinsip
kesejahteraan ekonomi. Bahkan dalam sistem kapitalis
terdapat seruan untuk memproduksi barang
dan jasa yang didasarkan atas azas
kesejahteraan ekonomi. Keunikan konsep Islam
mengenai kesejahteraan ekonomi terletak pada
kenyataan bahwa hal itu tidak dapat mengabaikan pertimbangan
kesejahteraan umum lebih luas yang menyangkut
persoalan-persoalan moral, pendidikan, agama dan
banyak hal lainnya. Dalam ilmu ekonomi modern,
kesejahteraan ekonomi diukur dari segi uang.
Seperti ungkapan Profesor Pigou bahwa :
“Kesejahteraan ekonomi kira-kira dapat didefinisikan sebagai
bagian kesejahteraan yang dapat dikaitkan dengan alat pengukur uang.”
2.5 Fungsi
Produksi
Fungsi produksi
adalah suatu persamaan yang menunjukan hubungan ketergantungan antara tingkat
input yang digunakan dalam proses produksi dengan tingkat output yang di hasilkan.
Faktor-faktor produksi dikenal pula dengan istilah input dan jumlah produksi
selalu juga disebut sebagai output.
Fungsi
produksi dapat diartikan juga sebagai suatu fungsi atau persamaan yang
menunjukkan hubungan antara tingkat output dengan tingkat (kombinasi)
penggunaan input-input. Secara matematis fungsi produksi dapat dirumuskan
sebagai berikut
Q = f (K L R T)
Q:
Quantity (jumlah barang yang dihasilkan)
f :Fungsi(simbol persamaan fungsional)
K :
Capital (modal atau sarana yang digunakan)
L :
Labour (tenaga kerja)
R:
Resources (sumber daya alam)
T :
Technology (teknologi dan kewirausahaan)
Q
adalah output, sedangkan K, L, R, dan T merupakan input. Besarnya jumlah output
yang dihasilkan tergantung dari penggunaan input-input tersebut. Jumlah output
dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan penggunaan jumlah input C(modal), L
(tenaga kerja) dan R(sumber daya alam) ataupun meningkatkan T(teknologi). Untuk
memperoleh hasil yang efisien, produsen dapat melakukan penggunaan input yang
lebih efisien.
Dalam
penerapannya , hubungan input dan output dapat pisahkan secara lebih khusus.
Misalnya, untuk menghasilkan hasil-hasil pertanian akan digunakan input tanah,
bibit, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan alat-alat pertanian lainnya (tidak
termasuk teknologi). Untuk meningkatkan hasil-hasil pertanian tersebut maka
harus ditingkatkan penggunaan input seperti tanah yang luas, menambah tenaga
kerja, menambah jumlah pupuk, menambah penggunaan pestisida, dan lain
sebagainya. Atau cara lain yaitu dengan meningkatkan teknologi pertanian. Untuk
menghasilkan barang atau output dapat dilakukan dengan menggunakan hanya satu
input saja, dua atau lebih input.
2.6 Faktor Teori Produksi
Dalam teori ini input atau sumber daya yang di gunakan dalam proses
produksi disebut faktor-faktor produksi sebagai berikut :
·
Manusia (Tenaga
Kerja)
·
Modal
·
Sumber Daya Alam
(Tanah)
·
Skill (Teknologi)
Penjabaran Faktor – Faktor Produksi
Menurut Islam
·
Tanah
Tanah
mengandung pengertian yang luas, yaitu
termasuk semua sumber yang kita peroleh
dari udara, laut, gunung, dan sebagainya,
sampai keadaan geografi, angin, dan iklim yang terkandung dalam tanah.
Termasuk dalam faktor produksi tanah adalah :
Bumi
(tanah) merupakan permukaan tanah yang di atasnya
kita dapat berjalan, mendirikan bangunan, rumah, perusahaan.
Mineral,
seperti logam, bebatuan dan sebagainya yang terkandung di dalam tanah yang juga
dapat dimanfaatkan oleh manusia.
Gunung,
merupakan suatu sumber lain yang menjadi
sumber tenaga asli yang membantu dalam
mengeluarkan harta kekayaan. Gunung-gunung berfungsi
sebagai penadah hujan dan menajdi aliran
sungai-sungai dan melaluinya semua kehidupan mendapatkan rizki
masing-masing.
Hutan,
merupakan sumber kekayaan alam yang penting. Hutan memberikan bahan
api, bahan-bahan mentah untuk industri kertas,
damar, perkapalan, perabotan rumah tangga, dan sebagainya.
Hewan,
mempunyai kegunaan memberikan daging, susu, dan lemak untuk tujuan
ekonomi, industri dan perhiasan. Sebagian lagi digunakan untuk kerja dan
pengangkutan.
Baik
Al Qur’an maupun sunnah banyak memberikan
tekanan pada pembudidayaan tanah secara baik.
Dengan demikian, Al Qur’an menaruh perhatian akan
perlunya mengubah tanah kosong menjadi kebun-kebun dengan mengadakan
pengaturan pengairan, dan menanaminya dengan
tanaman yang baik. Seperti KalamNya dalam surat As Sajadah ayat 27
: “Dan apakah mereka tidak memerhatikan bahwasanya Kami
menghalau hujan ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air
hujan tanam-tanaman yang daripadanya dapat makan binatang-binatang ternak
mereka dan mereka sendiri…”
·
Tenaga Kerja
Tenaga
kerja atau buruh merupakan faktor produksi yang diakui di setiap sistem
ekonomi terlepas dari kecenderungan ideologi
mereka. Kekhususan perburuhan seperti kemusnahan, keadaan yang
tidak terpisahkan dari buruh itu sendiri, ketidakpekaan
jangka pendek terhadap permintaan buruh, dan yang
mempunyai sikap dalam penentuan upah, merupakan
hal yang sama pada semua sistem.
Tenaga
kerja adalah segala usaha dan ikhtiar yang dilakukan oleh anggota badan
atau pikiran untuk mendapatkan imbalan yang
pantas. Termasuk semua jenis kerja yang dilakukan fisik maupun pikiran.
Manusia
diciptakan untuk bekerja dan mencari
penghidupan masing-masing. Seperti disebutkan dalam surat al Balad ayat 4
: “Sesungguhnya Kami menciptakan manusia padahal dia dalam kesusahan.”
·
Modal
Modal
merupakan asset yang digunakan untuk
distribusi asset yang berikutnya. Modal dapat memberikan
kepuasan pribadi dan membantu untuk menghasilkan kekayaan yang lebih banyak.
Pentingnya modal dalam kehidupan manusia
ditunjukkan dalam Al Qur’an surat Ali Imran ayat 14
yang artinya :
“Dijadikan
indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada
apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita,
anak-anak, harta yang banyak dari jenis
emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan
sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah
tempat kembali yang baik (syurga).”
2.7 Jangka waktu produksi
Jangka
waktu dibedakan menjadi 2 yaitu sebagai berikut:
·
Jangka Pendek (short
run). yaitu jangka waktu ketika input variabel dapat disesuaikan, namun input tetap tidak dapat disesuaikan.
·
Jangka Panjang (long
run) merupakan satu waktu dimana seluruhinput variabel maupun tetap yang
digunakan perusahaan dapat diubah.
Produksi Jangka Pendek
Produksi jangka pendek, yaitu bila sebagian faktor produksi jumlahnya tetap
dan yang lainnya berubah, Teori Produksi jangka pendek/ satu faktor berubah
adalah teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang hubungan di antara
tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk
menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.
Dalam analisa tersebut bahwa faktor-faktor produksi lainnya jumlahnya
tetap, yaitu modal dan tanah jumlahnya dianggap tidak mengalami perubahan.
Satu-satunya faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya adalah tenaga kerja.
Produksi
Jangka Panjang
Produksi jangka panjang, yaitu semua faktor produksi dapat berubah dan
ditambah sesuai kebutuhan. Dalam jangka panjang (long run) dan sangat panjang
(very long run) semua faktor produksi sifatnya variabel. Perusahaan dapat
menambah atau mengurangi kapasitas produksi dengan menambah atau mengurangi
mesin produksi.
2.8 Dimensi Jangka Pendek Dan Jangka Panjang
Dalam aktivitas produksinya produsen (perusahaan) mengubah berbagai faktor
produksi menjadi barang dan jasa. Berdasarkan hubungannya dengan tingkat
produksi,faktor produksi dibedakan menjadi faktor produksi tetap (fixed
input) dan faktor produksi variabel (variable input).
Faktor produksi tetap adalah faktor produksi
yang jumlah penggunaannya tidak tergantung pada jumlah produksi. Contohnya
yaitu mesin-mesin pabrik,sampai pada tingkat interval produksi tertentu jumlah
mesin tak perlu ditambah. Tetapi jika tingkat produksi menurun bahkan sampai
nol unit (tidak berproduksi) jumlah mesin tak bisa dikurangi.
Jumlah penggunaan faktor produksi variabel
tergantung pada tingkat produksinya.makin besar tingkat produksinya,makin
banyak faktor produksi variabel yang digunakan. Begitu pula sebaliknya.
Contohnya seperti buruh harian lepas dipabrik rokok. Jika perusahaan ingin
meningkatkan faktor produksi,maka jumlah buruh hariannya ditambah,begitu pula
sebaliknya.
Adapun pengertian faktor produksi tetap dan
faktor produksi variabel terkait erat dengan waktu yang dibutuhkan untuk
menambah atau mengurangi faktor produksi tersebut. Mesin dikatakan sebagai
faktor produksi tetap karena dalam jangka pendek (kurang dari setahun) susah
untuk ditambah atau dikurangi. Sebaliknya buruh dikatakan sebagai faktor
produksi variabel karena jumlah kebutuhannya dapat disediakan dalam waktu
kurang dari setahun.
Dalam jangka panjang (long run) dan sangat
panjang (very long run) semua faktor produksi sifatnya variabel.periode
jangka pendek adalah periode produksi dimana perusahaan tidak mampu dengan
segera melakukan penyesuaian jumlah penggunaan salah satu atau beberapa faktor
produksi. Periode jangka panjang adalah periode produksi dimana semua faktor
produksi menjadi faktor produksi variabel.
2.9 Tahap – Tahap
Produksi
Pada hakekatnya the law of demishing return menyatakan bahwa hubungan
antara tingkat produksi dan jumlah input tenaga kerja yang digunakan dapat
dibedakan menjadi tiga tahap yaitu :
·
Tahap I (stage I
),sampai pada saat kondisi AP maksimum
Penambahan tenaga kerja akan meningkatkan produksi total maupun produksi
rata—rata. Karena itu hasil yang diperoleh dari tenaga kerja masih jauh lebih
besar dari tambahan upah yang harus dibayarkan. Perusahaan rugi jika berhenti
produksi pada tahap ini (slope kurva TP meningkat tajam).
·
Tahap II (stage
II ),antara AP maksimum sampai saat MP sama dengan nol
Karena berlakunya LDR,baik produksi marginal maupun produksi rata-rata
mengalami penurunan. Namun demikian nilai keduanya masih positif. Penambahan
tenaga kerja akan tetap menambah produksi total sampai mencapai titik maksimum
(slope kurva TP datar sejajar dengan sumbu horizontal).
·
Tahap III (stage
III ),saat MP sudah bernilai < nol (negatif).
Perusahaan tidak mungkin melanjutkan produksi,karena penambahan tenaga
kerja justru menurunkan produksi total. Perusahaan akan mengalami kerugian
(slope kurva TP negatif)
2.10 Produksi Total, Produksi Marginal, Dan Produksi
Rata-Rata
Produksi total (total product) adalah banyaknya produksi yang dihasilkan
dari penggunaan total faktor produksi.
Ø Produksi Total :
TP = f(K,L)
Dimana TP =
produksi total
K = barang modal(yang dianggap konstan)
L =
tenaga kerja/buruh
Secara matematis TP akan maksimum apabila turunan pertama dari fungsi
nilainya sama dengan nol. Turunan pertama dari TP adalah MP,maka TP maksimum
pada saat MP sama dengan nol.
Produksi marginal (marginal product) adalah tambahan produksi karena
penambahan penggunaan satu unit faktor produksi.
Ø Produksi Marginal
MP = TP’ = αTP/αL
Dimana:MP = produksi marginal
Perusahaan dapat terus menambah tenaga kerja selama MP > 0. Jika MP <
0,penambahan tenaga kerja justru menguragi produksi total. Penurunan nilai MP
merupakan indikasi telah terjadinya hukum Pertambahan Hasil Yang Semakin
Menurun atau The Law of Deminishing Return (LDR).
Produksi rata-rata (average product) adalah rata-rata output yang
dihasilkan per unit faktor produksi.
Ø Produksi Rata-Rata
AP = TP/L
Dimana: AP = produksi rata-rata.
AP akan maksimum bila turunan pertama fungsi AP adalah 0 (AP’=0). Dengan
penjelasan matematis,AP maksimum tercapai pada saat AP = MP,dan MP memotong AP
pada saat nilai AP maksimum.
2.11 Produksi dengan satu variable
Dalam teori produksi yang
menggunakan satu variabel ini terdapat sebuah hukum yang disebut The Law
Diminshing of Return yang dipopulerkan oleh David Ricardo, yang bunyinya
sebagai berikut.
“Jika faktor produksi yakni tenaga kerja ditambah kuantitasnya, maka hasil
produksi total akan mengalami kenaikan. Jika penambahan terus dilakukan, maka
penambahan total produksinya akan mencapai titik maksimum dan Produksi dengan
satu variabel kemudian menurun hingga mencapai angka negatif”
Sebenarnya sangat jarang bahkan tidak ada proses produksi yang hanya
menggunakan satu faktor produksi variabel. Pengertian produksi dengan satu
faktor produksi variabel adalah pengertian analisis jangka pendek, dimana ada
faktor produksi yang tidak dapat diubah.
Hubungan produksi dimana terdapat satu variabel, dan lainnya tetap biasanya
berlaku hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang, yaitu apabila faktor
variabel itu ditambah terus, maka output semakin lama akan semakin menurun
secara rata-rata, dikarenakan semakin besarnya faktor pembagi sementara faktor
yang dibagi tetap.
Dan bila hal ini dilakukan terus, maka produksi totalpun akan semakin
menurun, dikarenakan faktor produksi tetap semakin jenuh atau kehabisan
nilainya, misalnya tanah yang kehabisan unsur haranya sehingga mengurangi
kesuburannya bila ditanami dan digarap secara terus menerus.
2.12 Fungsi Produksi dengan Satu Variable
Pengertian produksi dengan satu variabel adalah pengertian analisis jangka
pendek, dimana ada faktor produksi yang tidak dapat diubah. Ketika mencoba
memahami proses alokasi faktor produksi oleh perusahaan, ekonom membagi faktor
produksi menjadi barang modal atau capital dan tenaga kerja (labour). Hubungan
matematis penggunaan faktor produksi yang menghasilkan output maksimum disebut
dengan faktor produksi, seperti dibawah ini:
Q = f(K,L)
Keterangan:
Q = tingkat output
K = barang modal
L = tenaga kerja atau buruh
Dalam model produksi satu faktor produksi variabel, barang modal dianggap
barang produksi tetap. Keputusan produksi ditentukan berdasarkan alokasi
efisiensi tenaga kerja.
2.13 Produksi
Dengal lebih dari satu variable
Dalam teori ini,
terdapat kombinasi antara dua faktor produksi untuk menghasilkan output (yang
sama). Kombinasi itu bisa antara tanah dan tenaga kerja, tenaga kerja dan
modal, atau dengan teknologi (perkecualian, dengan teknologi, yang tidak mudah
harus diubah, karena memerlukan waktu yang relative lama). Yang paling mudah
dikombinasikan adalah antara faktor produksi tenaga kerja dan modal. Dalam
berproduksi, seorang produsen tentu saja dihadapkan pada bagaimana menggunakan
faktor produksinya secara efisien untuk hasil yang maksimum. Oleh karena itu,
produsen akan berusaha mencari kombinasi terbaik antara dua faktor input
tersebut. Hasil produksi sama dalam teori ini akan ditunjukan oleh suatu kurva
yang diberi nama isoquant curve biasanya disebut isoquant
sisi. Sedangkan biaya yang digunakan dalam rangka menghasilkan produk tersebut
disebut isocost (biaya sama).
v Isoquant (Kurva
Produksi Sama)
Isoquant
Curve disebut juga Isoproduct Curve atau Equal
Product Curve adalah kurva yang menggambarkan kombinasi dua macam
input (faktor produksi) untuk menghasilkan output/produksi yang sama
jumlahnya. Atau dapat juga dikatakan suatu kurva yang menunjukkan semua
kombinasi fungsi produksi yang mungkin secara fisik dapat menghasilkan
sejumlah output tertentu. Bentuk kurva isoquant bermacam-macam, bisa
linier apabila kombinasi antara input tersebut akan memberikan perubahan yang proporsional
bila salah satunya berubah, dan dapat juga cembung dari titik orgin (seperti
kurva indifference).
Contoh:
COMBINATIONS
|
UNITS OF CAPITAL
|
UNITS OF LABOUR
|
TOTAL OUTPUT
|
A
|
50
|
1
|
1500
|
B
|
45
|
2
|
1500
|
C
|
41
|
3
|
1500
|
D
|
38
|
4
|
1500
|
Kurva isoquant
Sifat-sifat
Isoquant adalah :
Mempunyai
kemiringan negative
Cembung
kearah titik nol (0), sebab inputnya tidak merupakan barang subtitusi sempurna.
Menurun dari kiri
atas kekanan bawah, karena satu sumberdaya dapat di subsitusi kan dengan
sumberdaya lain.
Semakin ke kanan kedudukan
isoquant menunjukkan semakin tinggi jumlah output.
Kemungkinan bisa
saling berpotongan, sehingga ada kemungkinan perusahaan dapat memproduksi dua
jenis barang dengan input yang sama.
v Isocost
(Garis Biaya Sama)
Isocost adalah suatu kurva yang menggambarkan biaya yang dikeluarkan oleh
produsen dalam rangka berproduksi dengan menggunakan beberapa faktor input
tertentu. Isocost membatasi dan membedakan kemampuan produksi dan produsen.
Semakin besar isoqost nya, maka makin besar pula hasil yang dapat diperoleh.
Sebaliknya, semakin kecil isocost semakin kecil hasilnya.
Kurva isocost dapat
berslope negatif dan positif. Negatif apabila ada
penambahan satu unit input akan menyebabkan penurunan pemakaian input
lain. Sebaliknya bila input lain dikurangi maka akan menyebabkan input yang
ssatunya akan bertambah. Kemudian kuva isocost dapat berslope positif, yaitu
hanya sebagai pemuasan kebutuhan yang dipetakan oleh kurva indifference
sifatnya tidak efisien, karena bila produsen menambah input yang satu, maka
input yang lainnya juga bertambah, dan begitu juga sebaliknya.
Contoh :
Combinations
|
Units of Capital
|
Units of Labour
|
Total expenditure
|
Price = 150
|
Price = 100
|
||
A
|
8
|
0
|
1200
|
B
|
6
|
3
|
1200
|
C
|
4
|
6
|
1200
|
D
|
2
|
9
|
1200
|
E
|
0
|
12
|
1200
|

New Jersey casinos approved to offer games, slots, poker, sports
ReplyDeleteNew Jersey gambling regulators approved 익산 출장안마 a deal to offer 인천광역 출장마사지 online slot machines and sportsbook operators games, 안산 출장마사지 sports betting 룰렛 돌리기 apps, online poker rooms, 창원 출장안마